WARNING! Ternyata ini Akibat jika Anak – anak Menjadi Youtuber

Anakkost.tv – Jika kita kembali membicarakan yang namanya Youtuber, seolah tak pernah ada habis-habisnya apalagi di jaman serba canggih seperti sekarang ini. Dan yang namanya Youtuber, tidak hanya meliputi mereka yang sudah dewasa saja, lho… Bahkan anak-anak pun, untuk saat ini sudah banyak pula  yang jadi Youtuber. Mau tau siapa saja mereka? Mending yuk kita simak saja pembahasan seperti di bawah ini.

Youtuber Anak Paling Banyak Subscriber

Yang namanya orang yang bermain di dunia YouTube, kurang afdol kalau kita tidak membahas pula tentang subscriber nya. Dan ini dia urutan Youtuber anak dengan subscriber  terbanyak :

  1. Ryan ToysReview

Youtuber Anak Paling Banyak Subscriber

Siapa sih orangnya yang tidak mengenal Youtuber cilik yang satu ini. Yah, dia adalah Ryan ToysReview. Di usianya yang masih kecil seperti itu, rupanya si cilik ini sudah mencapai pendapatan yang luar biasa gila loh..! 35 Milyar! Akun YouTube yang dibuat sejak 16 Maret 2015 ini, sudah mendapat sekurang – kurangnya 31 milyar jam penayangan. Dengan subscriber mencapai  21 juta lebih.

  1. Family Fun Fuck

Youtuber Anak Paling Banyak Subscriber

Pernah dengar channel yang satu ini? Channel yang di dalamnya berisikan satu keluarga lucu ini setidaknya sudah mencapai pendapatan sekitar 11 milyar rupiah per bulan. Dengan subscriber sebanyak 8.2 juta lebih subscriber. Gimana? Yakin tidak ingin mempunyai keluarga kompak seperti mereka?

  1. Evan TubeHD

Youtuber Anak Paling Banyak Subscriber

Seperti halnya Family Fun Fuck, channel Evan TubeHD ini juga menyediakan konten berupa konten anak-anak yang lucu sekaligus menggemaskan. Diperkirakan, channel yang satu ini perbulan nya sudah mendapatkan bayaran sebesar 2,2 milyar rupiah. Channel yang dibuat sejak 20 September 2011 ini sudah mendapatkan subscriber sebanyak 6.4 juta lebih subscriber.

  1. Lifia Niala

Youtuber Anak Paling Banyak Subscriber

Hingga saat ini, channel YouTube Lifia Niala telah mengunggah sekitar 364 video. Dengan subscriber kira – kira mencapai 1.8 juta lebih subscriber. Pendapatannya perbulan mencapai Rp 918 juta.

  1. Azka Corbuzier

Anak laki-laki yang juga pita dari aktor sekaligus mentalis Dedi Corbuzier ini telah mulai merambah YouTube sejak 8 November 2014 lalu. Dengan penghasilan mencapai USD 11.000 atau jika di rupiah kan sekitar 140 jutaan per bulan. Jumlah subscriber nya sendiri telah mencapai 500 ribu  lebih.

Sudah tahu kan sekarang siapa-siapa saja anak-anak yang telah sukses menjadi Youtuber terkenal. Tapi apakah ada manfaat atau bahayanya jika seorang anak menjadi seorang Youtuber??

Apapun pekerjaan yang dilakukan, pada dasarnya memang selalu ada bahaya begitu pula manfaatnya. Begitupun bagi seorang Youtuber. Ini dia bahaya dan juga manfaat jika anak-anak menjadi Youtuber.

Bahaya Anak – anak menjadi Youtuber

  1. Dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan otak terhadap seorang anak.

Biasanya otak seorang anak akan tumbuh dengan cepat di usia 0-2 tahun hingga berakhir di usia 21 tahun. Dan perkembangan otaknya itu sangat dipengaruhi oleh stimulasi lingkungan yang memadai. Sedangkan untuk stimulasi yang berlebih layaknya Youtube, hp, internet dan lainnya, dapat menyebabkan perkembangan otak kognitif pada otak seorang anak yang sedang berkembang. Gangguan proses belajar, bahkan menurunkan kemampuan anak untuk bersikap mandiri.

  1. Melambatnya tumbuh kembang anak

Jika kecanduan YouTube sejak usia dini dapat menyebabkan tumbuh kembang seorang anak menjadi lambat. Semua itu diakibatkan oleh paparan tekhnologi yang berlebih di usia dini. Sehingga mempengaruhi kemampuan prestasi akademik seorang anak secara negatif.

  1. Dapat menyebabkan obesitas

Baik itu berupa televisi atau pun video, bahkan alat elektronik lainnya yang di pasang di dalam sebuah kamar seorang anak, bahkan dapat diakses secara pribadi, tentunya dapat menyebabkan meningkatnya resiko obesitas. Yang lebih parahnya stroke dini, serangan jantung, bahkan usia yang rentan rendah.

  1. Kurang jam tidur

Ini jelas hal yang kebanyakan sering terjadi. Kurangnya waktu tidur. Bahkan sebuah penelitian di tahun 2010 mengungkapkan, jika bahaya kecanduan YouTube pada anak-anak di usia dini dapat mengakibatkan resiko seperti halnya autisme, kelainan psikologis, masalah perilaku dll.

  1. Munculnya sifat agresif

Konten dari media ini juga cenderung dapat menyebabkan munculnya sifat agresif terhadap seorang anak. Hal ini disebabkan dengan sering munculnya adegan kekerasan fisik, seksual bahkan hal lain yang sering tersebar di internet. Jika tidak dilakukan pengawasan yang berkala, tentu akan dengan mudah dapat terpapar dengan hal-hal yang demikian.

Manfaat Anak – anak Menjadi Seorang Youtuber

  1. Melatih kreatif pada seorang anak

YouTube terkadang dapat melatih munculnya ide kreatif terhadap seorang anak. Hal ini disebabkan mungkin karena anak meniru apa yang dia tonton.

  1. Melatih berani

Dengan membiarkan seorang anak kecil membuat konten video, secara tidak langsung telah memfasilitasi mereka supaya berani melakukan sesuatu yang ingin mereka lakukan.

  1. Menyalurkan bakat terpendam

Banyak orang meyakini bahwasanya dengan menonton YouTube anak akan dengan mudah melihat dirinya sendiri yang selama ini jarang sekali dapat mereka lihat. Dan hal demikian tentu saja akan membantu mengembangkan kreatifitas anak-anak seiring waktu berjalan.

  1. Mempererat ikatan batin antara anak dan orang tua

Ini manfaat yang mungkin akan sering terasa oleh para orang tua dan anak. Dimulai dari merekam adegan bahkan sampai mengedit video, tentu akan banyak memunculkan interaksi yang terjadi. Dimulai dari celetukan, tawa, bahkan protes dari si anak. Dan segmen itulah yang tentunya akan menjadi penguat ikatan batin antara anak dengan orangtuanya.

Pandangan Orang Tua terhadap Youtuber

Konten-konten di YouTube kerap kali membuat banyak orang tua merasa serba salah. Meski YouTube juga dikatakan mampu menyediakan edukasi untuk anak, tak sedikit orang tua yang rupanya merasa khawatir. Apalagi dengan banyak munculnya konten-konten yang berisikan konten-konten negatif yang berada di dalamnya.

Menanggapi hal demikian, akhirnya di tahun 2015, pihak YouTube akhirnya memunculkan Google Kids, dengan konten-konten yang berisikan konten-konten yang ramah untuk ditonton oleh mereka yang masih berusia dini. Meski masih terkoneksi ke YouTube reguler, konten-konten Google Kids telah lebih dulu disaring lewat algoritma khusus. Terimakasih.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of