Ini Kata Susan Wojcicki, Tidak Semua Video Prank Akan Cocok Dengan Pengiklan

Anakkost.tv – Semakin maraknya berbagai konten yang kerap merugikan banyak kalangan, tentunya membuat pihak YouTube sendiri semakin memperketat kebijakan bahkan pula peraturan mereka di masa yang akan datang.

Terlebih setelah terjadinya seperti kasus video prank Ferdian Paleka. Yang tentu saja membuat pihak Youtube mau tak  mau harus segera ambil sikap agar kejadian yang sama tidak turut terulang serta kembali diunggah di dalam flatform mereka.

Video Prank Menurut Susan Wojcicki

Ceo YouTube Susan Wojcicki tampaknya juga turut mengomentari terkait maraknya video prank yang juga boleh dikatakan melebihi batasan-batasan yang berlaku. Walau memang kenyatannya konten bermasalah di YouTube ini hanya sebanyak beberapa persen saja, namun pihak YouTube sendiri sepertinya kan terus berupaya mengurangi hal tersebut seiring waktu berjalan.

Karena memang tidak bisa dipungkiri pula, apabila jumlah yang sangat kecil ini memang memiliki dampak yang sangat besar, baik itu terhadap potensi bahaya bagi pengguna, sampai terhadap hilangnya kepercayaan pada model terbuka yang akan memungkinkan munculnya komunitas kreatif.

“Salah satu asumsi yang kami dengar adalah bahwa kami ragu untuk mengambil tindakan terhadap konten yang bermasalah karena konten tersebut menguntungkan bisnis kami (YouTube). Ini tidak benar!” kata Susan.

“Kami selalu berusaha utk membuat kebijakan terbaru kami lebih jelas dan lebih efektif, seperti yang telah kami lakukan terhadap konten lelucon (pranks) dan tantangan, keselamatan anak, bahkan ujaran kebencian (hate speech) pada tahun ini,” tambahnya.

Tidak Semua Video Prank Akan Cocok Dengan Pengiklan

Lebih lanjut Susan bahkan menegaskan, apabila YouTube juga akan mengurangi atau bisa jadi akan menghilangkan penyebaran konten yang hampir melanggar kebijakan.

Bahkan pihak YouTube sendiri juga menetapkan standar lebih tinggi tentang channel mana yang nantinya akan dapat menghasilkan uang dan hanya memberi reward kepada kreator yang layak dan hanya tepercaya saja.

“Kami sdh melakukannya (kebijakan) di AS dengan melakukan perubahan pada rekomendasi awal tahun ini. Dan hasilnya penayangan konten jenis ini (melanggar kebijakan) yang berasal dari rekomendasi turun 50 persen. Kami mulai mencoba perubahan ini di Inggris Raya, Irlandia, Afrika Selatan, bahkan pasar lainnya yang menggunakan bahasa Inggris” tambah Susan.

Lebih lanjut Susan turut menjelaskan apabila tidak semua video, salah satunya prank akan cocok dengan para pengiklan.

“Tidak semua konten yang diizinkan di YouTube cocok dengan pengiklan yang ingin memasarkan brand mereka. Tugas kami adalah untuk menjaga keseimbangan yg tepat antara keterbukaan dan tanggung jawab. Sehingga generasi kreator dan pengguna di masa mendatang juga bisa melakukannya,” pungkasnya.

Dan begitulah, Guys! Bahwa kini pihak YouTube memang semakin memperketat peraturan mereka. Dan tenu saja hal ini diberlakukan dengan alasan kuat. Demi kebaikan YouTube bahkan pula kreator yang selama ini jadi langganan mereka. Terimakasih.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of