Sony Dikatakan Mulai Kalangkabut Dalam Menanggapi Pesanan Sensor Kamera

Anakkost.tv – Kabar luar biasa sepertinya beralih terhadap Sony. Di mana perusahaan elektronik ini sejatinya telah kalang kabut alias kelimpungan terkait menanggapi Pesanan Sensor Kamera?

Wah gak bisa libur tahun baruan donk?!

Sony Rilis Sensor Baru

Ya, baru-baru ini Sony telah memamerkan sensor kamera terbarunya untuk ponsel, di mana fitur ini sendiri dikembangkan secara khusus dan bakal pertama dipakai lewat Oppo Find X2.

Sensor ini sejatinya telah menggunakan teknologi yang disebut oleh pihak Sony sebagai solusi 2×2 On-Chip Lens  (OLC).

Di mana teknologi autofokus yang dipakai adalah omni-directional  PDAF, yang secara singkatnya bisa diartikan akan membuat proses mengatur fokus pada kamera nantinya bisa terjadi dengan sangat cepat. Walau pun kenyataannya dalam kondisi kurang cahaya.

”Kami telah menciptakan sensor PDAF CMOS pertama di dunia dengan membekal arsitektur 2×2 on-chip lens. Yang mana ensor ini diketahui mempunyai sensor 1/2 inch 48 megapixel dengan ukuran pixelnya yakni 0,8 mikron Quad Bayer untuk resolusi tinggi bahkan fungsi HDR.  Dan  semua pixel PDAF-nya juga  bisa dicapai dengan tingkat keterangan  1 lux.”  ungkap Sony. Tepatnya dalam pameran Electron Devices Meeting  (IEDM).

Di katakan pula bahwa sejatinya jonfigurasi yang dipakai di dalam sensor ini masih berupa Quad Bayer. Yang di mana di dalamnya ada empat pixel yang juga mempunyai filter warna yang berbeda-beda.

Dan diketahui bahwa Sony pun nyatanya turut melakukan perubahan pada konfigurasi tersebut. Hingga pada akhirnya diberi nama 2×2 On-Chip Lens  (OCL).

Keunggulan Sensor Baru Sony

Yang menjadi keunggulan utama dari desain ini (sensor baru) yaitu terkait pada performa autofokusnya. Yang terutamanya di dalam kondisi yang kurang intensitas cahaya.

Di mana pada Sistem Phase Detection Autofocus (PDAF) akan mengandalkan pada pixel yang tak menjadi bagian daripada gambar akhir. Dalam artian lainnya, pixel tersebut harus dibuat terpisah serta cakupannya berkurang.

Namun dengan mebgandalkan sistem 2×2 OCL ini, semua pixel akhirnyq bisa dipakai sebagai sistem deteksi fokus. Yang pada akhirnya juga menjadi solusi bagi masalah terkait performa AF  pada garis horizon rendah.

Pula menurut Sony, 2×2 OCL juga sejatinya bisa meningkatkan performa sensor ketika saat menggunakan teknik pixel binning. Yaitu suatu teknik yang turut menggabungkan empat pixel menjadi satu dalam hal meningkatkan performa pada kondisi yang kurang cahaya.

Banyaknya Pesanan Membuat Sony Kelimpungan

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (26/12), dikatakan jina Sony bakal mengoperasikan pabrik sensor kameranya selama akhir tahun 2019 ini dalam rangka memenuhi pesanan dari berbagai pabrik.

Namun meski diketahui telah beroperasi selama 24 jam per harinya, tetap saja mereka belum bisa memenuhi permintaan pasar sepenuhnya.

Bahkan sony sendiri sebenarnya tengah membangun sebuah pabrik baru tepatnya di Nagasaki, Jepang. Namun sejatinya pabrik tersebut baru mulai bisa beroperasi pada April 2021 mendatang.

Bahkan setekah pabrik baru itu pun mulai beroperasi, diprediksi oleh Sony jika tetap saja bakal kelimpungan terkait memenuhi pesanan sensor kamera yang tentubya sangat besar tersebut.

”jika melihat perkembangan pada saat ini, bahkan setelah semua hal terkait investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi, sepertinya masih belum cukup. Kami meminta maaf, terutamanya kepada para pemesan. karena kami di sini belum bisa memenuhi permintaan sepenuhnya.”  ungkap Shimizu.

Diketahui jika Sony pada saat ini telah memegang pangsa pasar terbesar untuk sensor kamera dari hal pemasukan, yakni mencapai 51%. Dan pada 2025 mereka pun turut menargetkan bahwa persentasenya haruslah bisa meningkat menjadi 60%. Terimakasih.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of