Pengertian Script Breakdown Dalam Sebuah Produksi Film

Anakkost.tv – Hallo sahabat anakkost, dalam pembuatan sebuah film sebelum melakukan pengambilan gambar maka biasanya melakukan beberapa persiapan dan yang pertama itu adalah script breakdown.

Sebelumnya kalian sudah pada tahu belum apa itu script breakdown?

Ya pada intinya script breakdown merupakan uraian tiap adegan dalam sebuah skenario dan dibuat menjadi sebuah informasi tentang berbagai hal yang dibutuhkan saat pengambilan gambar (script breakdown shot).

Mungkin lebih mirip ke proposal, hehe.

Ya dengan adanya script breakdown maka kita bisa tahu hal apa saja yang dibutuhkan termasuk biaya yang akan di keluarkan.

Baca Juga Tahapan dan Langkah Membuat Film Dokumenter

Harus kalian ketahui bahwa untuk bisa membuat script breakdown perlu adanya script breakdown sheet sehingga bisa diuraikan kembali kedalam script breakdown.

Mungkin dari tadi banyak yang bertanya – tanya, seperti apa bentuk script breakdown itu dan apa saja isinya?

Nah biar kalian tidak bingung, bisa diperhatikan gambar dibawah ini.

breakdown-film

Itulah yang disebut dengan script breakdown dan untuk lebih rincinya atau apa saja yang ada di dalamnya akan aku jelaskan dibawah ini.

  1. Date – jelas ini diisi dengan tanggal dan merupakan tanggal dimana script breakdown sheet diisi.
  2. Script Version Date – untuk waktu yang dicantumkan merupakan tanggal versi skenario yang akan dipakai untuk mempersiapkan shooting.
  3. Production Company – ini merupakan bagian yang mencantumkan nama dan no telepon dari sebuah production house yang memproduksinya.
  4. Breakdown Page No–merupakan bagian nomor halaman dari lembar breakdown yang telah dibuat dan biasanya sesuai dengan nomor adegan sehingga bisa diketahui apakah semuanya berjalan sesuai tidak ada yang terlewat.
  5. Title/No of Efisode–jelas ini merupakan bagian tulisan judul film yang sedang di produksi dan jika film yang diproduksi merupakan film serial maka perlu juga dicantumkan efisodenya.
  6. Page Count–ini merupakan bagian uraian tentang panjang atau porsi dari sebuah adegan dalam skenario sehingga bisa membantu dalam mengukur porsi dari masing – masing adegan sebuah film yang sedang di produksi.
  7. Location or Set–disini bisa kita cantumkan tempat dimana kita akan mengambil sebuah adegan.
  8. Scene No – merupakan bagian no adegan yang telah tercantum dalam sebuah skenario.
  9. Int/Ext – ini merupakan bagian dimana adegan tersebut di lakukan, Int (didalam ruangan), Ext (diluar ruangan).
  10. Day/Night – merupakan bagian waktu adegan ini diambil, Day (siang hari), Night (malam hari).
  11. Description–ditunjukan untuk melihat lebih spesifik apa saja yang terjadi dalam adegan tersebut.
  12. Cast – disini dituliskan beberapa pemeran yang melakukan dialog dan disesuaikan urutannya agar tidak terjadi kesalahan dalam masuk dialog.
  13. Wardrobe–dimana disini disi dengan kostum apa saja yang harus disipkan dan akan dipakai oleh pemeran dalam adegan tersebut.
  14. Extras/Atmosphere – diisi dengan mencantumkan jumlah orang yang ada dalam adegan tersebut dan bisa juga di gabungkan dengan adegan lainnya seperti halnya adegan tawuran.
  15. Make Up/Hair Do – jelas ini bagian dimana seorang tatarias menata seorang pemeran seperti apa, disesuaikan dengan kebutuhan.
  16. Ekstras/Silent Bits – disini biasanya diisi dengan pemeran adegan yang tanpa mengeluarkan dialog namun dapat terlihat dari gerakan dan perawakan seorang pemeran tersbut.
  17. Stunts/Stand Ins–ini dicatat apabila ada adegan – adegan berbahaya dan perlunya pemeran pengganti serta harus dibikin semirip mungkin.
  18. Vehcles/Animals – dicatat apabila dalam adegan tersebut akan tampak sebuah mobil atau memerlukan hewan yang memerlukan pawangnya.
  19. Props, Set Dressing, Greenery – ketiga persipan disamping merpakan bagian tambahan apabila di lokasi tersebut tidak ada, seperti halnya penambahan tanaman kursi dan lainnya.
  20. Sound Effects/Music – jelas disini ditulis beberapa effek suara atau musik yang dibutuhkan dalam adegan tersebut.
  21. Security/Teacher–terkadang dalam setiap pembuatan film juga perlu yang namanya pengamanan dan guru untuk melatih dialog yang akan di lakukan dalam sebuah adegan.
  22. Spesial Effects – ini dikhususkan untuk efek -efek exstrim seperti halnya ledakan, kebakaran bahkan tatarias akibat dari ledakan tersebut.
  23. Estimated No. Of Set Ups – merupakan pencatatan untuk menentukan sudut pengambilan sebuah adegan.
  24. Estimated Production Time – disini diisi dengan pencatatan waktu yang di perlukan dalam adegan tersebut.
  25. Special Equipment – diisi dengan catatan keperluan shooting, sepertihalnya camera dan yang lainnya.
  26. Production Notes – catatan khusus dimana belum masuk kedalam bagian – bagian diatas.

Pahami juga Fungsi dan Pengertian Naskah Skenario Film

Script breakdown memang dibuat untuk mempermudah kita dalam melakukan sebuah produksi film, baik itu film pendek atau yang lainnya. Memang terlalu ribet tapi hasilnya sangat baik serta memperkecil tingkat kesalahan dan kekurangan dalam sebuah produksi film, terimakasih.

data-ad-client="ca-pub-2617427438224044" data-ad-slot="4082072217">

Artikel ini termasuk dalam bahasan : - contoh bragdown - contoh break down cerita -