Konten Youtube Sekarang Banyak Sampah!

Anakkost.tv – Memang tidaklah mengherankan bahkan tak bisa dipungkiri jika konten-konten YouTube sekarang banyak berisi konten sampah. Seperti pada mengumbar kekayaan dan masih banyak lainnya. Namun anehnya lagi, konten – konten sampah seperti itu memang paling banyak diminati bahkan paling di gandrungi di tengah para pencinta YouTube.

Kenapa bisa demikian? Aneh bukan? Ya, bisa dibilang kalau sudah suka mau gimana lagi. Penulis juga bingung jawabnya.

Youtube Sampah? Maksdunya?

Dan ngomong – ngomong soal konten sampah. Btw, ada yang tahu gak pengertian dari konten sampah ini? Belum tau? Ok, di sini penulis akan jelaskan apa maksud sekaligus pengertian dari yang disebut konten sampah ini.

Nah, YouTube dengan konten sampah di sini bisa diartikan jika konten-konten yang dibuat di dalamnya tersebut, tidak memberikan efek manfaat sama sekali umumnya bagi yang menonton. Lebih tepatnya berisi konten-konten yang tidak jelas.

Atau konten – konten yang tidak bermanfaat sama sekali. Tapi memang sangat aneh, konten – konten yang tidak jelas bahkan tidak ada manfaatnya sama sekali itu, malah banyak digemari belakangan ini. Sampai-sampai banyak yang telah menjadi trending. Bisa gitu, ya?

Tanggapan Chandra Tentang Youtube “Sampah”

Tanggapan Chandra Tentang Youtube "Sampah"

Dan mengenai konten YouTube sampah ini jika kita menyangka tidak pernah ada tanggapan, itu jelas salah. Karena baru-baru ini, YouTuber Chandra Liow di sesi kolaborasi nya dengan Dedi Corbuzier justru banyak menyinggung – nyinggung tentang konten sampah ini.

Kira – kira seperti ini pertanyaan Om Dedi Corbuzier pada Chandra Liow terkait konten sampah.

“Loe di sini kan dianggap sebagai salah satu orang (legends) di Youtube. Kenapa tidak punya sumbangsih lagi? Anda tidak berusaha apa-apa sebagai seorang legenda YouTube, dan justru tidak berusaha membenarkan (konten sampah) ini? Kemana Anda dan teman-teman anda?” tanya Dedi.

Chandra Liow pun lantas mengutarakan tanggapan nya mengenai hal tersebut. Bahwa sebenarnya dirinya memang bukan Tuhan yang bisa berbuat sejauh itu. Lagi pula hal tersebut bukan suatu hal yang sah pula, yang mesti dilakukan oleh para creator lama.

“Ok, gini…. Masalah gue ataupun member – member lainnya yang sudah lama kenapa tidak membetulkan konten-konten ini. Konten-konten yang sudah ada di Indonesia. Sebenarnya buat gue pribadi bukan suatu hal yang sah- lah. Gue bukan Tuhan yang bisa membetulkan semuanya.‘ jawab Chandra Liow.

Namun kendati demikian. Chandra Liow sendiri sepertinya sudah punya cara-cara tersendiri untuk menanggapi hal demikian. Yakni cara-cara untuk membenarkan konten-konten “sampah” tersebut dengan berbagai hal terutama dalam hal konten yang dibuatnya selama ini.

Dan berikut cara-cara Candra Liow menanggapi maupun mengatasi konten-konten sampah.

  1. Membuat konten yang kualitasnya bagus.

Ini tentu saja akan menjadi suatu contoh, terutama bagi mereka-mereka creator batu bahwa sebenarnya cara membuat konten yang baik itu seperti apa.

  1. Membuat edukasi konten seperti halnya Reaksi Editor Indonesia

Edukasi konten seperti itu pun tentunya akan membuat banyak orang yang meniru hingga sedikit tidaknya akan menghindari pembuatan konten-konten sampah.

Dan bukan hanya itu, di sini Chandra Liow juga turut mengungkapkan. Jika saja ada wadah maupun waktu untuk mengajarkan hal tersebut, hal-hal yang nantinya bisa menghindari konten-konten sampah. Dirinya sangat mendukung banget dan mau untuk mengajari hal itu.

Namun tentu saja, dalam hal ini Chandra pun tentunya tidak bisa berbuat banyak. Sejatinya akan sangat membutuhkan bantuan daripada yang lain-lainnya untuk membantu sekaligus mengantisipasi konten sampah tersebut

Tanggapan Reza Oktovian Tentang Youtube “Sampah”

Tanggapan Reza Oktovian Tentang Youtube "Sampah"

Hal yang sama juga diutarakan oleh Reza Arap Oktavian dalam menanggapi tentang seputar YouTube sampah tersebut.

Dan dalam hal ini masih sama yakni seputar kolaborasi dirinya bersama mentalis Dedi Corbuzier.

“Satu kata untuk YouTube. Dan anda mengatakan sampah. Berani – beraninya anda mengatakan sampah, padahal anda bukan YouTuber?!” Ungkap Dedi setengah bercanda.

Hal tersebut lantas dijawab oleh Reza Arap.

“Justru itu saya berani, Pak!” jawab Reza Arap.

“Tapi itu salahnya YouTube bukan?” kembali Dedi ajukan pertanyaan.

“Penontonlah…” Jawab Reza Arap.

Menurut gamers ini, dirinya merasa sangat kesal saat mengetahui jika kebanyakan orang yang berharap viral itu nantinya justru bisa menjadi trending di YouTube. Dan bagi Reza Arap sendiri, hal tersebut merupakan hal yang sangat salah. Seakan-akan mereka semua begitu takut terkalahkan dari segi view di channel YouTubenya tersebut.

“Mereka takut terkalahkan itu baik dari segi view, maupun yang lainnya. Padahal YouTube itu jauh lebih besar daripada itu.” ungkap Reza.

Reza Oktavian sendiri turut memberikan sarannya terhadap para Youtuber – Youtuber sekarang, bahwa kenapa mereka justru tidak membuat konten – konten nya yang kreatif. Daripada harus berlomba lomba dengan angka siapa yang lebih besar. Serta siapa yang lebih tinggi. Karena sebenarnya banyak sekali waktu yang bisa dimanfaatkan untuk membuat konsep yang lebih baik daripada konten bersifat sampah tersebut.

“Dibanding dari yang dulu sangat jauh (perbedaannya). Mau viewer 19 juta saja harus buat YouTube Rewind. Sekarang gitu saja (konten sampah), sudah jadi YouTube Rewind. Maksudnya kenapa creator gak semuanya, kreator lama, creator baru, gak membandingkan semua itu dari angka.

sejarah youtube rewind indonesia

Tapi dari apa yang loe lakukan. Kita berlomba-lomba membuat konten – konten kreatif. Bukan berlomba – lomba siapa yang lebih besar dan siap yang lebih tinggi. Loe punya banyak waktu untuk bikin konten (kreatif). Dan dengan itu akan seru sekali.” pesan Reza.

Demikianlah tentang pembahasan YouTube sampah ini. Semoga yang disampaikan ini akan memberi manfaat ke depannya agar para creator akan lebih mengutamakan pada konten-konten nya yang lebih kreatif lagi bukan berkonten sampah. Terimakasih karena telah setia menyimak

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of