Inilah Sosok Youtuber Cilik Yang Sudah Bisa Mendapatkan 308 Miliar

Anakkost.tv – Pernah terbayang gak? Bagaimana rasa mindernya “kita”, sebagai seorang yang bisa dibilang sudah dewasa, dan baru belajar ngeYouTube, sementara di sisi lain seorang anak kecil saja sudah begitu lihai bahkan jauh lebih populer nya dibanding kita. Bahkan tidak tanggung-tanggung, hasil raihan dari YouTubenya pun sudah mencapai angka ‘wah’! Yakni 308 Milyar.

Sedangkan kita, mau dapat 1 $ saja, sudah susahnya setengah mati. Mending segitu juga udah dapat. Ini yang belum dikonfir – konfir. Lebih nahas lagi nasibnya. Dan bukan suatu alasan bila mungkin kamu, atau sebut saja kita semua, sepertinya memang harus banyak belajar nih, dari si YouTuber cilik ini.  Siapakah dia? Berikut penjelasan selengkapnya.

Sosok Youtuber Bocah 8 Tahun (Ryan Kaji)

Merupakan sosok seorang bocah keturunan Jepang yang masih berusia dini. Umurnya sendiri kira-kira baru menginjak 8 tahun. Sebut saja Ryan Kaji. Tengah mendapat berbagai sorotan semenjak namanya masuk dalam daftar influencer anak – anak paling kaya di dunia 2019 versi Childcare,  suatu Platform penyedia jasa pengurus anak.

 

Dan yang lebih menarik lagi, dikatakan jika bocah pemilik daripada channel YouTube Ryan ToysReview ini. Memiliki penghasilan yang sampai-sampai mampu mengalahkan YouTuber yang lebih senior dari padanya, sebut saja  PewDiePie, Jeffree Star, sampai Gen-Z Paul.

Lantas darimana di dapatkannya penghasilan sebesar itu?

Menurut dari berbagai  sumber, diketahui  jika penghasilan yang didapat oleh Ryan Kaji tersebut berasa dari video unboxing dan review mainan. Bahkan menurut si orangtuanya sendiri, jika sebenarnya orang tua Ryan lah yang saat itu pertama kali mengunggah video Ryan disaat dirinya kala itu masih berusia tiga tahun.

Di waktu masa kecilnya, Ryan cilik memang kerap kali sangat senang dalam bermain beberapa jenis mainan, khususnya Thomas The Tank Engine.

Kieu-Loan, Ibu kandung Ryan sendiri bahkan sempat menambahkan, jika sebenarnya awal mula putranya jadi YouTuber cilik dimulai dari waktu Ryan yang minta bahkan ingin sekali dibuatkan channel YouTube. Semua itu mengingat dirinya yang memang awalnya turut melihat anak – anak lainnya yang seusia nya juga sudah memilikinya.

Mendapat permintaan demikian dari anaknya, orang tua Ryan sendiri akhirnya segera pula meluluskan keinginan dari putranya tersebut. Dan dikatakan untuk Mainan yang pertama kali dibelinya waktu itu yakni satu set Lego kereta.

“Semua bermula dari situ.” Ungkap sang Ibu.

Dalam video yang diunggah nya tersebut yakni di channel Ryan ToysReview, seringkali mempertunjukkan tentang berbagai hal yang meliputi unboxing mainan dengan durasi nya yang kurang lebih sekitar lima menit. Yang tentunya pula, model dalam video nya tersebut semuanya dilakukan oleh Ryan Kaji sendiri.

Tanpa disangka – sangka sebelumnya, jika Channel milik bocah berdarah Jepang yang pula dikatakan lahir pada 6 Oktober 2010 di Texas, Amerika Serikat ini, tumbuh demikian cepat. Sampai-sampai dalam hal bertambahnya jumlah subscriber pada Channel YouTubenya.

Melihat kemajuan pesat yang demikian pula, membuat channel YouTube Ryan Kaji ini akhirnya mendapatkan banyak dukungan. Seperti halnya dari Michael Bienstock, Chief Executive of the Influencer Semaphore.

Dan karena berbagai dukungan yang muncul tersebut, Forbes akhirnya mencatat jika mulai dari 1 Juni 2017, sampai pada 1 Juni 2018, pendapatan daripada Ryan ToysReview ini terus melonjak naik. Mulai dari USD 11 juta atau sekitar Rp 154 miliar tepatnya dari tahun yang sebelumnya.

Dikatakan setidaknya sampai saat ini, Ryan ToysReview telah memiliki setidaknya 22,3 juta subscriber. Berbagai kegiatan yang ditampilkan nya pun, sebenarnya cukup bermacam-macam. Bahkan bisa dikatakan banyak kegiatan – kegiatan lain yang tentunya telah di liput nya. Bukan hanya dalam hal unboxing saja, melainkan ada juga tentang eksperimen sains, sampai video edukasi.

Sosok Youtuber Bocah 8 Tahun (Ryan Kaji)

Karena melihat kesuksesan seperti ini pula, yang sepertinya juga telah  membuat kedua orang tua Ryan ini kemudian berfikir untuk membuat Channel YouTube yang lainnya. Yang kemudian Channel YouTube kedua milik Ryan Kaji ini kemudian diketahui memiliki nama channel Ryan’s Family Review.

Channel YouTube kedua Ryan Kaji tersebut hingga saat ini telah memiliki 4,86 juta subscriber. Yang tentu pula, untuk konten-konten nya sendiri  dibuat lebih khusus. Yaitu  tentang kehidupan daripada  sosok Ryan sendiri sampai seputar kehidupan keluarganya yang tentunya lebih diutamakan.

Namun tampaknya ada sedikit hal  yang sebenarnya sangat disayangkan sekali, seiring kepopuleran Ryan di YouTube sampai pada pendapatan dari kedua channel youtube nya yang diperkirakan sampai 308 milyar itu.

Tepatnya pada September 2019 kemarin, kedua orang tua Ryan Kaji katanya harus menjalani investigasi oleh Komisi Perdagangan Federal AS (FTC). Semua itu terkait karena adanya suatu dugaan yang diakibatkan oleh konten-konten mereka. Yang di sinyalir telah mendorong para anak-anak lain agar dapat membeli mainan yang telah disponsori oleh perusahaan – perusahaan yang menjadi sponsor di YouTubenya.

Yang salah satu pengakuan tersebut dikatakan muncul dari Organisasi yakni konsumen yang ada di Amerika, yaitu Truth In Advertising. Yang katanya telah melayangkan komplain ke FTC. Dalam komplain tersebut mereka menuding bahwa konten – konten review dari Ryan Kaji ini nyatanya telah memposting konten berbayar.

Walau pihak pengomplain tersebut sepertinya tidak sampai menyertakan informasi tersebut secara lebih jelasnya lagi. Tapi ingat bagi kamu yang ingin anak – anak nya menjadi seorang youtube cilik, perlu diperhatikan juga dampak negatifnya dan jangan hanya mau untung semata.

Kiranya sampai di sini mengenai pembahasan daripada YouTuber cilik keturunan Jepang Ryan Kaji. Yang membuat gempar dunia Maya karena mencakup pendapatannya yang mencapai angka 308 milyar. Semoga artikel ini bermanfaat. Dan jangan lupa untuk stay terus di Anakkost.tv. Tempat hadirnya berita – berita terhangat dan tentunya sangat menarik. Terimakasih.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of