Game Auto Battler Makin Kurang Diminati. Ini Yang Jadi Alasannya

Anakkost.tv – Tahukan kamu tentang sebuah game Auto Battler atau yang kerap kali disebut dengan nama Auto Chess?

Ya, genre game satu ini ternyata dikatakan cukup booming nih, Guys. Tepatnya sih, di awal – awal tahun 2019 lalu. Yang mana dikatakan jika game ini  pun sejatinya telah menarik perhatian terutamanya di kalangan pecinta gamer, sehingga kemajuan pada game ini sendiri nyatanya cukup terbilang fantastis.

Namun ada yang tentunya sangat disayangkan nih, Guys. Mengingat game yang pada awalnya mampu  memberikan beragam kejutan ini lambat lain mulai sepi. Alias mulai ditinggalkan oleh para peminatnya. Lho, Kenapa??

Apa itu Game Auto Battler?

Untuk membahas lebih lanjut daripada Game Auto Battler ini dikatakan makin sepi peminat, baiknya kita pahami dulu, terkait fmgame seperti apa sih, Auto Battler tersebut.

Auto battler juga kerap kali disebut Auto Chess. Yang mana dalam bahasa kita (aindonesia) berarti catur otomatis. Yakni suatu permainan subgenre daripada permainan video strategi yang turut elemen seperti halnya catur. Di mana pemain nantinya akan menempatkan karakter yang di mainkan dalam suatu medan perang berbentuk kotak selama fase persiapan.

Nah, nantinya karakter yang kita mainkan tersebut diharuskan untuk melawan karakter tim lawan, tanpa harus menunggu input langsung lebih lanjut dari para pemain.

Game ini sendiri sejatinya telah dibuat bahkan turut di populerkan oleh Dota Auto Catur yakni di awal tahun 2019. Di mana permainan ini pun tentunya turut disesuaikan mengikuti permainan – permainan lain dalam genrenya oleh studio yang lebih mapan, seperti halnya Teamfight Tactics, Dota Underlords, juga Hearthstone’s Battlegrounds, yang dikatakan segera rikis setelahnya.

Alasan Kenapa Game Auto Battler Kini Kurang Diminati

Seperti yang penulis utarakan di bagian awal, walau kenyataannya di masa-masa perilisannya sendiri game ini dikatakan mampu memberikan suatu gebrakan besar, namun lambat laun ferformanya sendiri dikatakan mulai menurun. Alias semakin kurang diminati.

Dan hal-hal berikut ini mungkin bisa menjelaskannya tentang kenapa game sekelas Auto Battler ini menjadi kurang diminati.

  1. Kurang Menantang

Bila saja kita bermain sebuah game, tentulah keseruan dan tantangannya yang nyatanya kerapkali kita inginkan. Namun bila hal itu kiranya menjadi acuan utama kamu (menantikan aksi keren juga gameplay yang menantang) tentunya game bergenre Auto Battler ini nyatanya memang kurang cocok untuk bisa kamu pilih.

Apalagi bila kita turut mengetahui jika di dalam genre ini pun, nyatanya bukan termasuk genre yang akan menuntut kamu untuk berpikir cepat bahkan sampai harus mengandalkan refleks. Karena di dalam game ini sejatinya hanya akan disuruh menaruh terkait unit-unitnya saja sehingga berharap unit kamu mainkan tersebut nyatanya akan jadi juara dan berhasil menumbangkan  lawan.

Dan bila saja kamu memang tergoling gamer yang nyatanya lebih menyukai tantangan, mungkin rasanya akan lebih menantang bika main game MOBA seperti halnya Mobile Legends saja.

  1. Gameplay-nya Monoton

Kita tentunya sangat tahu, jika Game Auto Battler ini sendiri merupakan suatu game strategi di mana kamu harus pandai dalam mengatur terkait kapan waktunya kamu harus mengeluarkan unit sekaligus memilih unit yang mana pula yang nantinya akan bisa mengalahkan musuhmu.

Tapi sayangnya, ternyata telah banyak yang menganggap jika game Auto Battler ini sendiri sejatinya bukanlah battle sama sekali. Karena tentunya yang  dinamakan battle sendiri bukanlah cuma berhadap-hadapan doang, melainkan juga harus experience bertarung bagi setiap player-playernya.

Apalagi jika kebanyakan dari genre gameplay  dari game ini sendiru seolah-olah mengharuskan kamu untuk menghabiskan waktu percuma dengan hanya mantengin layar handphone saja. Yang tentunya, akan lebih menghadirkan rasa bosan ketimbang kesenangannya.

  1. Belum Dikenal Sampai Ke Ranah e-Sport

Ya, salah satu alasan lainnya kenapa industri gaming dikatakan mampu melonjak dengan sangat cepat yakni dengan hadirnya eSports atau kompetisi game profesional dengan treatment seperti halnya pertandingan olahraga.

Yang mana dikatakan pula jika Game dengan gameplay yang lebih menantang sekaligus lebih menuntut kita untuk berpikir strategis tentunya sangat laris di ranah eSports. Sebut saja yang marak diperlihatkan pada saat ini seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, Dota 2, juga terkait pada game-game kartu, Hearthstone.

Dan bila melihat pada hal tersebut, game Auto Battler seperti halnya Auto Chess ini memang tidak memilik semua hal yang dicari oleh kalangan eSports. Maka dari itulah, banyak yang merasa kurang tertarik untuk turut membawa game ini ke dalam ranah-nya e-sport.

Walau pun tidak dikatakan 100 % juga, karena nyatanya masih ada game ganteng ini yang juga dimainkan kalangan eSports. Seperti halnya League of Legends World Championship, juga The Internationals Dota 2.

  1. Kurangnya Konten Inovatif

Dan ini menjadi suatu masalah yang terakhir. Ketika sedang masa jaya-jayanya, katakanlah Dota Underlords saat itu bisa mendapatkan lebih dari 200 ribu concurrent players. Namun untuk saat ini justru malah merosot yakni hanya 7 ribu concurrent players aktif saja. Atau sebut saja hanya 20% dari kepopuleran nya yang sebelumnya.

Mungkin juga yang menjadikan salah satu penyebabnya yaitu Valve, yang dikatakan kurang konsisten dalam meng-update game ini. Sudah gameplay-nya dikatakan monoton, kontennya juga tidaklah dibuat semenarik mungkin. Jadi gimana donk?hehe ..

Ok, kiranya itu saja terkait bahasan kali ini. Semoga saja dengan keadaan yang seperti sekarang ini, bisa menjadikan suatu pengalaman penting, sekaligus pembelajaran yang berharga, di mana para pengembang-pengembang game lainnya janganlah terlalu memanjakan para pemain setianya agar nantinya tidak bubar karena dilanda bosan.

Terimakasih.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of