Dibalik Manfaat Dark Mode di Smartphone, Ternyata Terdapat Pula Dampak Negatifnya!

Anakkost.tv – Seperti yang telah kita ketahui, jika fitur dark mode nyatanya telah banyak sekali diminati terutama untuk para pengguna Andromax Q yang belakangan mulai pula bisa turut dirasakan oleh para pengguna smartphone lainnya walau hanya dalam mode demo.

Berbagai manfaat serta kelebihan pun telah pula banyak dikemukakan. Termasuk pada segi hemat baterai sampai pada intensitas cahayanya yang nyatanya lebih redup itulah yang mungkin menjadikan fitur dark mode ini banyak di minat.

Dampak Negatif Dark Mode

Namun apakah kamu tahu, jika disamping segi pemanfaatan daripada fitur dark mode ini nyatanya mengandung pula titik balik. Tepatnya dampak negatif yang juga tentunya akan ditimbulkan bila kita terlalu lama menggunakan fitur satu ini.

Semua hal tersebut telah diungkapkan oleh Adam Engst, yang dikutip dari Tidbits, layar dengan latar belakang dark mode ini dikatakan justru dapat mengganggu produktivitas dari pada penggunanya.

Engst bahkan pula lantas mengkritik sejumlah promosi dark mode. Bahkan sempat menyebutkan jika hal tersebut merupakan salah satu upaya yang konyol. Yang pula menurutnya, situs yang selama ini mengklaim penggunaan fitur dark mode ini akan mudah dilihat dalam segala hal, pada kenyataan tidaklah sepenuhnya benar.

Memang selama ini kita mungkin telah banyak mengetahui, jika sistem Pada Dark Mode, panel OLED nyatanya tidak perlu menggunakan listrik untuk mengubah warna menjadi warna hitam. Dan hanya cukup dengan dengan cara kita mematikan panel tersebut.

Namun dibalik aturan tersebut, ternyata sama sekali tidak berlaku terhadap panel LCD, karena seyogyanya masih tetap mengubah warna tepatnya ke hitam. Dan hal itu yang nantinya memungkinkan para pengguna yang selama ini menggunakan fitur dark mode secara berlebih.

Tidak bisa menjadi tidak mungkin, mereka akan terkena dampak yang disebut Astigmatisme. Yakni suatu penyakit yang akan membuat kamu akan menjadi kesulitan dalam membaca tulisan putih dengan latar yang gelap, seperti halnya pada Dark Mode.

Bahkan menurut American Optometric Association, penyakit semacam Astigmatisme ini telah dialami setidaknya sampai 30% dari populasi masyarakat di dunia. Dan penyakit Astigmatisme tersebut nantinya akan membuat pandangan berbayang, semua itu diakibatkan karena bentuk tak lazim yang timbul dari kedua bola mata kita.

Bahkan berdasarkan banyak penelitian, Engst bahkan meyakini, jika teks hitam pada latar belakang putih nyatanya lebih baik, ketibang teks putih pada latar belakang hitam yang selama ini sering kita sebut dengan fitur dark mode.

Yang sejatinya, tampilan gelap-terang atau polaritas positif dalam Light Mode, alias mode terang biasa, tentunya akan memberikan kinerja yang lebih baik. Terutamanya pada hal fokus pada mata dalam mengidentifikasi huruf, menyalin huruf, memahami teks, bahkan sampai dalam membaca tulisan dengan cepat.

Penelitian lain bahkan telah pula menunjukkan, bahwa pada penggunaan tampilan polaritas positif hanya akan sedikit menimbulkan kelelahan visual. Lain halnya dengan fitur dark mode, yang lebih dianggap tidak akan membantu mengurangi kelelahan mata sama sekali apalagi setelah kamu menghabiskan banyak waktu menatap layar telpon.

Dan kesimpulan tersebut bisa kita percayai mengingat bahwa seluruh otak manusia memang telah ter- program bahkan cenderung mendukung citra gelap yang ditampilkan di atas latar yang memiliki warna cerah.

Disimpulkan bahwa otak manusia nyatanya bekerja lebih baik ketika terkena polaritas positif atau light mode. Bukan polaritas negatif selayaknya dark mode,” demikian tertulis pada penelitian tersebut.

Bahkan bukan hanya hal tersebut yang menjadikan fitur dark mode ini mempunyai dampak negatif. Di sini juga dikatakan, jika kita terlalu lama menggunakan fitur dengan latar berwarna hitam tersebut imbas nya akan berdampak keras terhadap iris mata kita, yang memaksa untuk bekerja terlalu keras sehingga nantinya akan membuat kamu cepat lelah.

Padahal selama ini studi sendiri turut mengatakan, jika kinerja iris mata sendiri tentunya akan lebih efektif digunakan bila mendapat asupan cahaya yang cukup. Dan studi tersebut lebih tepatnya dikemukakan oleh A. Buchner dan N. Baumgartner. Di tahun 2007 yang lalu.

Bahkan A. Buchner dan N. Baumgartner sendiri juga menambahkan jika sebagian besar aktivitas yang dilakukan pada perangkat yaitu membaca sampai pada penulisan teks. Yang juga tentunya dapat disimpulkan bahwa light mode memungkinkan kamu untuk lebih cepat fokus pada teks, bahkan mencakup elemen tampilan lainnya.

Sedangkan dark mode akan membuat sedikit lebih sulit, tepatnya untuk membedakan antara elemen teks sekaligus antarmuka (interface) visual. Sehingga yang akan terjadi justru malah akan menghambat kinerja kita dalam membaca, sehingga lama-kelamaan akan membuat otot maupun syaraf – syaraf mata akan menjadi tegang.

Dan saran dari pernyataan – pernyataan tersebut. Apabila dimungkinkan kamu telah mengalami mata lelah, sampai lebih parahnya pandangan mulai terasa menjadi buram, sebaiknya untuk segera menghentikan membaca dengan fitur dark mode ini. Karena jika tidak. Kendala yang lebih parah tentunya akan menghampiri kamu dalam waktu ke depannya.

Sekian dulu mengenai masalah atau pun sebut saja dampak negatif yang akan ditimbulkan jika kamu terlalu lama menggunakan fitur dark mode. Semoga apa yang telah di ulas di atas tersebut, akan menjadi sedikit pembelajaran untuk kita untuk lebih menjaga sekaligus menyayangi indera penglihatan kita agar hal-hal buruk tidak lantas menimpa ke depannya. Karena seperti pepatah pula yang selama ini turut mengatakan pada  kita, bahwa mencegah itu tentunya lebih baik daripada mengobati. Terimakasih.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of