Atlet E-sport Wanita. Di Indonesia Dipuja-Puja, di Cina Justru Sebaliknya

Anakkost.tv – Semua tentunya sudah mengenal betul apa yang dinamakan e-sport. Yang mana permainan berlandaskan game ini kini semakin digemari sampai tingkat dunia. Bahkan tak jarang beragam pertandingan – pertandingan kerap dipertunjukkan demi mencari siapa di antara mereka yang terbaik.

Bahkan belakangan ini, tim – tim e-sport bukan hanya di dominasi oleh kaum laki – laki saja, melainkan kini kaum perempuan pun banyak yang telah terjun di dalam ranah ini. Sebut saja di Indonesia, di mana Atlet e-sport wanita kini seolah menjadi warga baru dalam menghiasi gemerlapnya dunia e-sport.

Atlet e-sport Wanita di Indonesia Mendapat Dukungan Penuh Bahkan Dipuja-Puja

Memang tidak bisa dipungkiri, jika atlet e-sport wanita di Indonesia ini kerapkali dipuja. Bahkan namanya pun tidak pernah di beda-bedakan dengan atlet laki-laki pada umumnya.

Salah satu contohnya bisa kita lihat terhadap NXA Ladies yang dipelopori oleh Monica Carolina atau kerap kali kita kenal dengan nama Nixia yang menjadi salah satu tim eSports wanita senior di Indonesia.

Dan hal ini nyatanya sangat jauh berbeda dengan di negara Asia lainnya yaitu China, di mana dikatakan atlet e-sport wanita kerap kali di diskriminasi.

Atlet e-sport Wanita di China Kerap kali Di Diskriminasi

Ya, Atlet eSports wanita di China dikatakan sangat jarang untuk tampil di permukaan publik. Sebagian warga Negara Tirai Bambu, kabarnya justru memiliki pandangan berbeda. Apalagi ketika melihat atlet olahraga berdasarkan gender. Di mana atlet wanitanya lebih sering di diskriminasi ketimbang kaum laki-laki.

Dan cerita tentang hal tersebut (diskriminasi) ini telah pula disampaikan oleh seorang pemenang wanita pertama kompetisi eSports Hearthstone World Championship 2019 asal China, yaitu Li Xiaomeng. Di mana pada saat itu dikatakan telah berhasil menyabet trofi jawara piala dunia. Atlet eSports yang kini berusia 23 tahun itu pun akhirnya membeberkan terkait bagaimana perlakuan kaum pria saat itu terhadapnya.

”Ketika berada pada sesi pendaftaran, ada seorang gamer pria yang mengatakan ”jika kamu adqlah seorang gadis, maka kamu tidak pantas ada di sini. Ini bukanlah tempat untukmu,” ujar Li sambil berlinang air mata.

Namun semenjak kejadian tersebut, apalagi bila turut ditambah dengan kepopuleran dari pada e-sport sekarang ini, China pun akhirnya mulai bisa berkaca terhadap negara – negara lainnya. Di mana mereka kini mulai melakukan langkah serius dengan melihat perkembangan eSports yang besar seusai melihat sepak terjang Li sebagai atlet wanita pertama yang dikatakan telah berhasil menjuarai turnamen di tingkat internasional.

Demikianlah tentang bahasan ‘Atlet E-sport Wanita. Di Indonesia Dipuja-Puja, di Cina Justru Sebaliknya’. Semoga saja untuk ke depannya bisa menjadi titik baru khususnya bagi Cina untuk lebih menghargai para atlet-atlet wanitanya di dalam ranah e-sport.

Terima kasih.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments