Akibat Prank Ojol, Sang Driver Tampol Youtuber Hingga Babak Belur!

Anakkost.tv – Sampai dengan detik ini terkait Prank Ojol masih saja kerap terjadi sehingga tentu saja selain terus-menerus menjadikan perdebatan, imbas lainnya justru dirasakan oleh para Driver Ojek Online saat ini, yang rupanya merasa risih kalau – kalau diri mereka pun dijadikan target selanjutnya dalam pembuatan Prank.

Yang tentu saja, hal tersebut akan membuat kerugian tersendiri. Walau kenyataannya memang mereka diberi imbalan lebih tapi sejatinya mereka akan pula rugi waktu, tenaga bahkan mungkin dalam hal materi. Bahkan terutamanya mungkin terhadap rasa malu dari sang Driver Ojol sendiri.

Trend Prank Ojol

Seperti yang kita ketahui, bahwa Prank Ojol sendiri yakni tindakan menjaili sang driver Ojek Online, baik dimana itu diawali dengan memesan makanan yang akhirnya berujung di cancel. Bahkan tak jarang pula mereka (YouTube) akan kerap mempermainkan sang Ojol hingga menjadi bingung karena diketahui sang pemesan yang akan diantar barang pesanan nya, justru berpindah-pindah tempat.

Selain itu ada juga yang berupa menyuruh sang driver Ojol untuk menunggu sekian lamanya si pemesan barang. Sampai yang lebih parah mereka akan disuruh bertransaksi/mengantar barang-barang berbahaya seperti narkoba misalnya. Walau nyatanya cuma bohongan semata, tapi kalau sampai ditangkep gimana?

Akibat Konten Prank Youtuber Dihajar Driver Ojol

Seperti pada hal yang baru-baru ini terjadi. Di mana diawali dengan keinginan sang Youtuber untuk membuat prank Ojol, malah justru berakhir apes. Yang dimana sang Youtuber sendiri ujung-ujungnya malah mendapatkan bogem mentah dari sang Driver Ojek Online yang merasa dirinya dipermainkan.

Aksi tersebut tepatnya terekam dalam salah satu unggahan video yang diunggah di medsos pada Senin (9/12)

Yang mana dalam video berdurasi 52 detik tersebut, pihak yang meng-upload video yaitu Hamiem Alambara kemudian melengkapi dengan narasi bahkan menyebutkan bahwa lokasi pemukulan tersebut terjadi di Manado.

” Seorang YouTuber Kena Tempeleng  Karena Nge-Prank Ojol.’ tulis Hamiem pada unggahannya.

Klarifikasi/ Penjelasan dari Pihak Go-Jek

Pihak Go-jek sendiri pun turut membenarkan terkait peristiwa itu. Yang mana diutarakan oleh, Head of Regional Corporate Affairs Go-Jek  gor East Indonesia, yaitu Mulawarman. Yang memberikan tanggapannya berupa penyampaian bahwa kejadian tersebut memang benar terjadi di Manado.

“Memang benar. Kejadiannya yakni di Jalan  Lumintut Teling Bawah, Manado,” ungkap Mulawarman.

Namun dirinya turut pula mengungkapkan, bahwa peristiwa pemukulan tersebut sejqtinya sudah berlangsung cukup lama, tepatnya pada  14 November 2019 pukul 23.00 WITA.

Kronologis Kejadian

Diungkapkan pula oleh Mulawarman, bahwa sebenarnya yang jadi pemicu adanya kekerasan yang dilakukan mitra Go-Jek-nya tersebut yakni tentang adanya order fiktif. Yang juga diketahui, jika order fiktif nya tersebut telah beberapa bulan dia lakukan.

“Saya mendapat informasi bahwa ini memang benar terjadi di Manado. Lebih ke arah  order fiktif. Moodusnya order fiktif.”  katanya.

Yang tentu saja karena tindakannya tersebut tidak hanya berdampak pada apes pihak Go-Jek, melainkan pula turut berdampak pada platform jasa antar lainnya.

Dalam penjelasan panjang Mulawarman, kronologi order fiktif yang dilakukan pemuda tersebut yaitu, melakukan pemesanan dari dalam mobil. Yang ketika pesanan tersebut akan diantarkan, justru si pemesan malah berpindah-pindah lokasi hingga mengakibatkan kakacauan pada lokasi pemesanan.

Bahkan dalam penjelasan terakhir Mulawarman, pula disebutkan bahwa sejatinya pemuda tersebut juga ikut menyarankan teman-temannya untuk melakukan hal serupa yakni ordek fiktif.

Keresahan yang Dirasakan Driver Ojol Lainnya Terkait Maraknya Youtuber yang Buat Prank

Saking banyaknya terkait prank pemesanan palsu alias order fiktif ini tentu saja menimbulkan keresahan bagi mitra (kalangan) ojek online.

Pasalnya, memang sudah jelas bahwasanya mitra ojek online sendiei mengalami kerugian baik itu dalam segi materi bahkan juga waktu.

“Kita rugi secara materi, maupun non-materi. Waktu mitra terbuang-buang.  Terus juga mereka menjadi tidak efektif dalam bekerja. “ jelas Mulawarman

Dalam penyampaiannya itu pula, pihak Go-jek sendiri sebenarnya turut menyesali kejadian tersebut. Bahkan dia pun tidak menampik jika kejadian pemilikan tersebut juga merupakan kesalahan dari pihaknya.

“Karena yang menemukan pelakunya dari mitra kita sendiri,  secara klimaks mungkin hanya terbawa emosi hingga melakukan pemukulan tersebut. “ ungkal Mulawarman.

Dia pun turut menambahkan,

“Kita sangat keras, untuk  melakukan main hakim sendiri. Karena kita juga tahu kalau secara hukum, itu sebenarnya ada UU yang mengatur bahwa order fiktif merupakan suatu tindakan kriminal. “ lanjutnya.

Bahkan sebelumnya pihak Go-Jek sendiri dikatakan telah menangkap beberapa oknum pelaku order fiktif yang beredar di Jakarta sampai Semarang.

Mulawarman juga turut menyampaikan bahwa di Semarang memang kerap terdapat order fiktif, yakni cara memesan makanan dalam jumlah lumayan banyak.

Selain itu pihak Go-Jek juga sejatinya mengaku telah mengedukasi mitranya yang telah melakukan kekerasan terhadap pelaku order fiktif. Agar ke depannya tidak lagi untuk main hakim sendiri.

Lain daripada itu, mitra ojek online pun  juga telah dipertemukan dengan orangtua pemuda yang bersangkutan sekakigus membicarakan masalah itu secara baik-baik. Bahkan dengan kekeluargaan.

“Pastunya kita juga saat ini akan mencoba lebih kenceng lagi dalam menyisir pelaku-pelaku order fiktif ini. ‘ pungkas Mulawarman.

Dan, kiranya itulah tentang terkait bahasan kali ini tentang “Akibat Prank Ojol, Sang Driver Tampol Youtuber Hingga Babak Belur!”

Semoga hal ini turut menjadi suatu pelajaran bagi kita bahwa tak selamanya apa yang kita lakukan itu akan berujung kebaikan, dan tak selamanya pula kekerasan akan menuntaskan segala permasalahan. Terimakasih.

Artikel ini termasuk dalam bahasan : - Prank ojol -
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments